Orientasi
Suatu ketika, seorang pemuda yang sangat kuat meminta pekerjaan pada seorang saudagar kayu, dan dia mendapatkannya. Upah yang ditawarkan sesuai dengan keinginannya, lokasi pekerjaannya pun dekat dengan rumahnya. Oleh karena itu, sang pemuda bertekad untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.
Akhirnya, saudagar memberinya kapak dan menunjukkan area tempat penebangannya. Hari pertama penebang pohon membawa 21 batang pohon.
"Wah, hebat kamu kuat sekali, bisa membawa pulang kayu sebanyak ini dalam satu hari," kata saudagar kayu yang merupakan atasannya sekarang.
Perumitan Peristiwa
Termotivasi oleh perkataan itu, sang pemuda menebang kayu dengan usaha yang lebih keras keesokan harinya. Tetapi, hari itu ia hanya bisa membawa 17 batang pohon. Hari ketiga dia berusaha lebih keras lagi, tetapi dia hanya bisa membawa 10 pohon. Hari demi hari, pohonnya makin berkurang.
Komplikasi
"Aku pasti telah kehilangan kekuatanku," pikir penebang kayu itu. Dia menghadap kepada saudagar kayu dan meminta maaf, mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Resolusi
"Kapan terakhir kali kau mengasah kapak yang kau gunakan?" tanya bos itu. "Mempertajam? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya. Saya sangat sibuk mencoba menebang pohon."
Koda
Terkadang bekerja keras saja tidaklah cukup untuk mencapai kesuksesan. Kita juga harus bekerja dengan cerdas! Pemuda itu sebetulnya memiliki potensi yang hebat untuk memotong kayu.
Sayangnya, ia tidak memiliki sikap yang tepat untuk dapat berhasil dalam tugas khusus ini. Melalui kerja keras dan sikap yang cerdas, tidak ada yang mustahil dalam hidup ini.
Penjelasan:
maaf kalau salah
Orientasi
Siapa yang tidak kenal Universitas Harvard? Universitas Amerika yang terkenal ini telah menjadi impian yang dapat dipelajari kebanyakan orang di sini. Universitas Harvard adalah satu di antara universitas terbaik di dunia. Universitas ini terletak di Cambridge, Massachusetts, AS, dan didirikan pada 1636.
Selain kekuatan akademis, universitas ini adalah universitas tertua di Amerika Serikat. Tidak heran proses penerimaan di Harvard sangat ketat.
Tak hanya itu, mereka yang bisa memasuki Ivy League biasanya dari keluarga kaya. Hal ini tidak berarti bahwa siswa dengan latar belakang sederhana tidak dapat diterima.
Sama seperti seorang remaja bernama Athena Capo-Battaglia dari New York, AS, ia bahkan dapat memasuki Harvard dari keluarga yang bukan penduduk. Meski tidak memiliki perumahan dan tempat tinggal, Athena dapat belajar dengan baik sampai dia diterima di Universitas Harvard.
- Perumitan Peristiwa
Kisah Athena disebarluaskan oleh Universitas Harvard beberapa waktu lalu. Athena berasal dari keluarga miskin, mereka bahkan tidak punya rumah.
Ibu Athena hanya dapat membayar sewa jika dia harus tinggal di tempat penampungan. Selain itu, sang ibu mengidap kanker payudara dan neneknya meninggal. Hal ini yang mendorong Athena untuk belajar dengan giat.
- Komplikasi
"Saya merasa harus kuliah karena tempat ini bukan tempat yang saya inginkan. Saya berpikir, "Ya, ini cara saya keluar dan mungkin saya bisa menemukan pekerjaan yang baik di masa depan," kata Athena.
Sebelum kehilangan rumahnya, Athena memang anak yang cerdas. Dia adalah siswa SMA Musik, Seni, dan Seni Pertunjukan Fiorello H. LaGuardia, secara konsisten menghasilkan IPK 4,0. Ia juga merupakan kapten tim gimnastik. Sekolah itu adalah sekolah seniman terkenal, seperti Jennifer Aniston, Al Pacino, dan Ansel Elgort.
- Resolusi
"Aku menelepon temanku dan berteriak, 'Oh Tuhan, aku diterima di Harvard!' Itu sangat menggembirakan. Aku terbiasa menantang diriku sendiri. Itulah yang aku lakukan seluruh hidupku," ungkap Athena, yang mengaku sedang dalam perjalanan dalam kereta ketika mengetahui kabar baik tersebut.
Tak hanya berprestasi di akademis, Athena mengikuti program NYPD (New York City Police Department) di mana ia mendapat training untuk membantu menjaga keamanan lingkungan.
Berkat program tersebut, ia berkesempatan belajar bela diri, teknik patroli, penanganan pertama kecelakaan, dan lain-lain. Gadis 18 tahun itu pun menjadi salah seorang yang menerima beasiswa 1.000 dolar Amerika (Rp14 jutaan) dari kantor wali kota.
- Koda
Kini Athena sudah tinggal di lingkungan kampus Harvard. Mahasiswa yang ingin mengambil jurusan Neurosains tersebut berencana untuk kuliah sekaligus bekerja. Nantinya, ketika waktu liburan, ia akan berkunjung ke penampungan bersama sang ibu, yang juga menjadi relawan NYPD. Athena bahkan terpikir untuk bergabung dengan kepolisian setelah lulus.
semoga bermanfaat ;)
[answer.2.content]